1. Ayo beli Kaos Kebunpedia di sini. Bisa dipake mejeng di acara2 pameran tanaman, gath, atau untuk dijadiin profile pic di KP. Yang paling penting, biar kamu kekinian dan punya pengenal identitas sebagai kebuner untuk dunia luar, wkwkwkwk.

    http://www.kebunpedia.com/threads/ready-stock-official-t-shirt-kebunpedia.7034/#post-80036



    Abaikan Pemberitahuan
  2. PRODUK PERDANA KP - POT Tricho itu pupuk berinokulasi Trichoderma. Juga mengandung Bokashi, Kascing, Ehpsom Salt, Vitamins, dll (dll ini rahasia) :D
    Mari bawa pengalaman menanam anda ke level yang lebih tinggi ;)

    http://www.kebunpedia.com/threads/pupuk-booster-pot-tricho.8368/


    Abaikan Pemberitahuan
  3. Halo, Selamat Datang!

    Kami adalah komunitas online tanaman Go Green Indonesia yang suka berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan berdiskusi apa saja tentang tanaman (tanaman hias, tanaman buah, sayuran, dll).

    Berbagai konsep berkebun yaitu bercocok tanam dengan tanah, tanpa tanah (hidroponik), aquascape, tanaman karnivora, bonsai, pertanian/agribisnis, juga dibahas disini.

    Kebunpedia terbuka untuk siapa saja, semua kalangan, dan sangat mengharapkan Anda bergabung bersama kami. Ayo daftar sekarang untuk mendapatkan akun Kebunpedia gratis (proses singkat kurang dari 10 detik).

    Abaikan Pemberitahuan

Cara Membuat Fungisida Organik

Diskusi dalam 'Forum Pertanian & Agribisnis' dimulai oleh sigit, Jun 10, 2015.

  1. calvin

    calvin Administrator Manajemen Kebunpedia

    Postingan:
    2,391
    Poin Piala:
    325
    Lokasi:
    Makassar, Sulawesi Selatan
    Rating:
    +1,612
    Bertani atau berkebun menjadi pilihan pekerjaan khususnya di bidang pertanian. Kesempatan mendapatkan pundi-pundi Rupiah lewat pekerjaan di bidang pertanian sangat besar. Bahan pangan alami masih menjadi kebutuhan primer masyarakat saat ini. Tak heran jika banyak orang yang bergelut dengan usaha di bidang pertanian ini.

    Bertani atau bercocok tanam memang telah menjadi lahan bisnis yang sangat menjanjikan. Berbagai inovasi dan penemuan baru di bidang pertanian membuat lahan bisnis ini semakin berkembang. Dan bidangnya pun tak melulu soal bahan pangan, namun bisa juga dalam bidang tanaman herbal dan tanaman hias.

    Usaha di bidang pertanian memang sangat menjanjikan, namun bukan berarti tak terdapat masalah. Ada beberapa masalah yang kerap dihadapi oleh para petani atau pekerja di bidang pertanian. Yang paling sering dijumpai tentu saja masalah hama dan penyakit. Hama dan penyakit pada tanaman menjadi momok tersendiri bagi para petani.

    [​IMG]

    Hama dan penyakit yang kerap menyerang tanaman pun sangat bermacam-macam. Hama sendiri ada yang berupa hewan pengerat, serangga hingga cendawan. Belum lagi penyakit yang menyerang bagian-bagian tanaman mulai dari akar, batang, hingga daun. Masalah ini menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena berdampak langsung dengan hasil pertanian.

    Banyak solusi yang dijadikan sebagai senjata untuk menghadapi masalah hama dan penyakit ini. Mulai dari tindakan pencegahan hingga tindakan mengobati. Tindakan pencegahan bisa dimulai sejak tanaman mulai ditanam. Sedangkan tindakan pengobatan dapat dilakukan setelah hama dan penyakit telah teridentifikasi.

    Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman adalah cendawan atau biasa dikenal dengan jamur. Cendawan atau jamur adalah sejenis tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. Sifat heterotrof sendiri berarti jamur tersebut tidak bisa hidup sendiri dan harus menumpang dengan tumbuhan lain untuk bisa hidup.

    Cendawan atau jamur memang menjadi masalah tersendiri bagi para petani. Jika sudah menyerang tanaman, hama yang satu ini dapat merugikan para petani. Maka dari itu, cendawan atau jamur ini harus mendapat perhatian lebih. Tindakan-tindakan pencegahan harus bisa dilakukan agar tidak merugi nantinya.

    Jika sudah terserang, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan mengobatinya. Salah satu cara untuk mengatasi penyebaran hama cendawan atau jamur pada tanaman adalah dengan pestisida. Pestisida yang digunakan pun harus khusus untuk membasmi para jamur. Pestisida untuk membasmi jamur ini biasa dikenal dengan sebutan fungisida.

    Fungisida merupakan pestisida yang secara spesifik membasmi dan menghambat pertumbuhan cendawan atau jamur pada tanaman. Bentuk dari fungisida sendiri bisa cair, gas, serbuk maupun butiran-butiran kecil. Kebanyakan fungisida memang berasal dari bahan-bahan kimia. Namun ada pula fungisida alami atau biasa disebut dengan fungisida organik.

    Fungisida organik bisa menjadi alternatif pilihan untuk membasmi jamur pada tanaman. Secara sederhana, fungisida organik adalah fungisida yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti tumbuhan dan organisme. Pilihan fungisida organik ini biasa digunakan untuk tanaman-tanaman organik yang memang tidak boleh menggunakan bahan-bahan kimia dalam pertumbuhannya.

    [​IMG]

    Untuk membuat pestisida organik sendiri bisa dibilang tidak terlalu sulit. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar, kita sudah bisa membuat fungisida organik sendiri. Berikut ini beberapa langkah atau cara membuat fungisida organik dengan mudah.

    Persiapkan Bahan

    Bahan-bahan yang bisa dipakai sebagai fungisida organik adalah rempah-rempah seperti kunir, jahe dan laos. Maka, persiapkan terlebih dahulu kunir, jahe dan laos yang akan dipakai. Banyaknya jumlah rempah-rempah yang digunakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Perbandingan dari jahe, laos dan kunir adalah 1:1:1. Persiapkan pula alat tumbuk atau bisa juga dengan menggunakan blender.

    Haluskan Bahan

    Setelah bahan sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah menghaluskan bahan-bahan tadi dengan menggunakan alat yang sudah dipersiapkan. Jika menggunakan alat tumbuk tradisional, tumbuk bahan-bahan tadi sampai halus. Jika menggunakan blender, kita tinggal memblender saja bahan-bahan tersebut. Jangan lupa untuk menambahkan air secukupnya. Air ditambahkan untuk membuat bahan menjadi tidak terlalu kasar.

    Peras & Saring

    Langkah selanjutnya adalah mengambil sari dari bahan-bahan yang sudah dihaluskan tadi. Peras bahan-bahan yang sudah dihaluskan tadi hingga airnya saja yang didapatkan. Setelah itu saring dengan menggunakan saringan hingga mendapatkan larutan bahan-bahan tadi. Fungisida organik yang terbuta dari bahan alami sudah siap digunakan.

    Itu tadi beberapa langkah sederhana untuk membuat fungisida organik yang bahannya terdiri dari rempah-rempah seperti alos, kunir dan jahe. Setelah sari didapatkan dari bahan-bahan tadi, fungisida organik tersebut sudah bisa digunakan.

    Cara penggunaannya pun juga cukup mudah dan sederhana. Ambil 2-3 sendok makan larutan fungisida organik tadi lalu campurkan dengan air pada satu tangki sprayer. Setelah tercampur, kita bisa langsung menyemprotkan ke area tanaman. Fungisida organik ini bisa digunakan dalam tahap pencegahan maupun pembasmian.

    Selain menggunakan rempah-rempah, ada bahan-bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat fungisida organik ini. Ekstrak minyak dari beberapa macam tumbuhan seperti rosemary, cengkeh, dan oregano. Susu juga bisa ditambahkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan fungisida organik ini.

    Menggunakan fungisida organik ini mungkin tak menghasilkan efek langsung. Ini karena bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang berasal dari alam yang berbeda kandungannya dengan bahan kimia. Namun tak ada salahnya melakukan upaya pencegahan dengan menggunakan fungisida organik.

    [​IMG]

    Hama dan penyakit pada tanaman akan selalu kita temui. Upaya perencanaan pencegahan dan pengobatan harus selalu dilakukan agar tanaman yang ditanam tidak terjangkiti cendawan atau jamur ini. Pemberian fungisida organik secara berkala akan menjauhkan tanaman-tanaman kita dari hama yang berbentuk cendawan atau jamur.

    Selain hama jamur atau cendawan, kita juga mesti waspada dengan hama-hama lain yang kerap menyerang tanaman. Hewan-hewan seperti tikus, berbagai jenis serangga, siput, keong mas, hingga burung kerap menjadi hama pada tanaman pertanian. Oleh sebab itu, pemeliharaan dan perawatan pada lahan pertanian harus selalu dilakukan.

    Perawatan menjadi tahap terpenting dalam pertanian. Perawatan lahan yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik pula. Proses perawatan harus dilakukan tiap waktu agar tanaman kita terhindar dari berbagai macam hama dan penyakit.
     
    • Suka Suka x 2
    Diubah terakhir kali: Mei 16, 2016
  2. Mul

    Mul Anakan

    Postingan:
    1
    Poin Piala:
    1
    Rating:
    +0
    Untuk daun keriting dan Patek pada cabe gimana ya pengendaliannya
     
  3. Monica Christy

    Monica Christy Aklimat

    Postingan:
    35
    Poin Piala:
    8
    Rating:
    +7
    mantappp banget nih resep fungisida organiknya . mau coba ahhhh nanti dirumah...kl buat kutu atau serangga lainnya, resep fungisida organiknya tok cer ga?
     
  4. Evano

    Evano Anakan

    Postingan:
    1
    Poin Piala:
    1
    Lokasi:
    Depok
    Rating:
    +0
    Bangaimana dengan aplikasi MOL (Mikro organisme lokal) saya aplikasikan ke tanaman cabe dengan perbandingan 1:15, cabe nya kalau sudah besar tangkai yang didekat buah cabe jadi hitam dan cabe menjadi layu walau warna nya merah :(
     
  5. Guradisu

    Guradisu Administrator Manajemen Kebunpedia

    Postingan:
    4,566
    Poin Piala:
    695
    Lokasi:
    Somewhere inside your heart
    Rating:
    +2,738
    pakbun, mungkin sebaiknya dibikin thread sendiri, dan nanya, banyak yang bisa jawab kayaknya.
    oh iya, sudah coba gunakan fasilitas search di sebelah kanan atas? siapa tau sudah pernah dibahas.
     
  6. Prasetyo

    Prasetyo Anakan

    Postingan:
    4
    Poin Piala:
    1
    Rating:
    +1
    Mantebhhh...dapet 1 ilmu lagi. sabtu ini sy coba ahhh...:jempol::happy:
     
Konsep telah disimpan Konsep telah dihapus

Bagikan halaman ini

Memuat...