1. Halo, Selamat Datang!

    Kami adalah komunitas online tanaman Go Green Indonesia yang suka berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan berdiskusi apa saja tentang tanaman (tanaman hias, tanaman buah, sayuran, dll).

    Berbagai konsep berkebun yaitu bercocok tanam dengan tanah, tanpa tanah (hidroponik), aquascape, tanaman karnivora, bonsai, pertanian/agribisnis, juga dibahas disini.

    Kebunpedia terbuka untuk siapa saja, semua kalangan, dan sangat mengharapkan Anda bergabung bersama kami. Ayo daftar sekarang untuk mendapatkan akun Kebunpedia gratis (proses singkat kurang dari 10 detik).

    Abaikan Pemberitahuan

Istimewa Cara Membuat Kompos Sendiri Dengan Keranjang Takakura

Diskusi dalam 'Tips Berkebun' dimulai oleh Rudy The, Mar 7, 2016.

  1. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    813510_compost_20100108052407.jpg

    Banyak dari kita yg kebingungan dgn sampah rumah tangga. Sisa sayuran, sisa buah2an ada di kulkas dan tempat sampah kita. So, mengapa kita tidak mau berubah. Jika di kontes sisa dapur kita belajar utk menanam kembali sisa2 dapur kita utk memperoleh hasilnya nanti. Bagaimana dengan sisa2 yg tidak bisa ditanam. Cobalah mengkomposkannya dgn cara membuat keranjang Takakura/Takakura Basket.
    Metoda pengkomposan Takakura adalah cara merombak sampah organik non daging dan minyak via bantuan mikroba komposter yg dibiakkan dari bahan lokal yg ada. Inti dari proses ini adalah fermentasi bahan organik, sehingga yg didapat sebenarnya bahan kompos 1/2 jadi (hasil fermentasi) dan akan berubah menjadi kompos ketika dipendam dalam tanah.
    Langkah2 pembuatan :
    1. Membuat larutan fermentasi
    Ada 2 larutan yg biasa dipakai:
    A. Larutan fermentasi gula
    Terdiri dari: tempe 1 potong, 300 gr gula merah, 3 liter air. Dicampur dan disimpan dalam toples yg kedap udara selama 5 hari.
    B. Larutan fermentasi garam
    Terdiri dari: campuran potongan sayuran dan sisa kupasan buah, 1 sdm garam, dan 3 liter air. Campurkan dan simpan dlm toples kedap udara selama 5 hari.

    2. Membuat 'bakalan/bibit' utk kompos.
    Campurkan dedak dan sekam padi secukupnya. Kemudian tambahkan larutan fermentasi garam dan gula sedikit demi sedikit, hingga kelembaban mencapai 40-60 %.
    Campuran yg ideal adalah jika diremas terasa basah, tapi tidak ada air yg keluar.
    Simpan campuran dalam karton box selama 3-5 hari. Box akan terasa hangat jika disentuh. Bibit/bakalan siap digunakan jika permukaan campuran ditutupi jamur/kapang putih. Biarkan kering. Bibit siap digunakan.
    (To be continued)
     
    • Suka x 11
    • Informatif x 4
    • Jenius! x 1
    • Baik x 1
    • Optimistis x 1
    Label:
  2. Guradisu

    Guradisu Administrator Manajemen Kebunpedia

    Postingan:
    4,108
    Poin Piala:
    695
    Lokasi:
    Somewhere inside your heart
    Rating:
    +2,504
    akhirnyaaaaaa... *nunggu lanjutan*

    @Kmommy@Kmommy @calvin@calvin @danny57@danny57 @Piko@Piko @RAKUGA@RAKUGA

    modfen @fendy@fendy janji tinggal janjiiii.. efek patah hati... masuk keluar kulkas kerjaannya..
    dah dibilangin move on.. masi mengenang juga :D
     
    Diubah terakhir kali: Mar 7, 2016
  3. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    3. Membuat tempat untuk pengkomposan.
    Cari kontainer uk. 60 liter yg mempunyai lubang ventilasi di sekelilingnya. Yg terbaik bisa menggunakan keranjang tempat baju kotor.
    Lapisi bagian dalam kontainer dengan karton tebal atau karpet utk mencegah masuknya serangga dan sisa cairan dari kompos keluar.
    Isi kontainers hingga 60 % penuh dengan bibit/bakalan kompos yg sudah disiapkan. Simpan sisanya.
    takakura_07.jpg

    4. Proses pengkomposan.
    Potong sisa dapur berupa sayur, buah. Usahakan cukup kecil utk mempermudah proses. Hindari memasukkan: bahan kimia, minyak, daging, dan tulang. Peras bahan yg akan dimasukan untuk mengurangi kelebihan air.
    Atur kelembaban total sekitar 40-60%. Kelembaban tinggi akan menghambat proses fermentasi dan menimbulkan bau tdk sedap.
    Jika campuran terlalu basah, masukkan kulit jeruk, bawang putih, bawang bombai, dan beberapa helai kertas (kupas dan iris bawang dan kulit jeruk, sobek2 kertas).
    Tutupi kontainer dgn kain utk menjaga campuran tetap hangat dan melindungi dari invasi serangga. Aduk campuran sekali dlm sehari utk meratakan mikroba dan hasil fermentasi. Proses ditandai dengan meningkatnya suhu kontainer dan akan selesai ketika suhu mendingin.
    Begitu kontainer penuh, pindahkan isi kontainer ke karton box atau karung. Simpan 2 minggu supaya kompos 'matang'.
    Jangan menggunakan kompos yg 1/2 matang, karena proses komposting masih berlangsung akan membakar akar tanaman.
    Hasil kompos fermentasi masih berbentuk sama dengan bentuk asal tapi dgn warna pucat.

    5. Memakai hasil kompos
    Kubur hasil kompos fermentasi di dalam tanah dgn kedalaman 20 cm. Setelah 2-3 bulan, akan didapat hasil kompos berupa tanah berbutir2 dan aman utk digunakan.
    Selamat mencoba.

    In memorial from my mom. (Last week you went home when I wrote this topic, so I was not able to continue to write it again. So, I try to finish it today to dedicate for you. Luv u always, mom)
     
    • Baik x 7
    • Suka x 4
    • Jenius! x 2
    • Doh! x 1
    • Informatif x 1
    • Optimistis x 1
  4. Lukmansundharu

    Lukmansundharu Aklimat

    Postingan:
    64
    Poin Piala:
    8
    Lokasi:
    Surabaya
    Rating:
    +8
    terkait "bakalan/bibit" kompos, apa bisa jika kita memakai kompos jadi yang ada dipasaran? @Rudy The@Rudy The . Biasanya para penjual menyebutnya kompos, yg sudah dikemas dalam plastik
     
  5. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Jika mikroba dalam kompos itu masih hidup, tentu saja bisa pakai. Contoh saya produksi bokashi. Bokashi yg baru jadi bisa jadi starter yg bagus utk pembuatan bokashi selanjutnya. Contoh lain pembuatan yoghurt. Kadang dipakai yoghurt yg sdh jadi, tinggal tambah susu saja.
     
    • Suka Suka x 1
  6. Lukmansundharu

    Lukmansundharu Aklimat

    Postingan:
    64
    Poin Piala:
    8
    Lokasi:
    Surabaya
    Rating:
    +8
    terima kasih atas info nya @Rudy The@Rudy The .kita tahunya bagaimana kalau mikrobanya masih hidup atau enggak? kalau misal sudah enggak hidup apa bisa jika kita kasih larutan fermentasi seperti di atas?
     
  7. Hezty AzZahra

    Hezty AzZahra Kosmopolit

    Postingan:
    1,327
    Poin Piala:
    170
    Lokasi:
    Jombang Jatim
    Rating:
    +942
    Pada saat membuat bibit komposnya
    box/kardus perlu di tutup atau di biarkan terbuka mas @Rudy The@Rudy The
     
  8. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Klau proses kompos terasa hangat berarti mikrobanya masih ada
     
    • Suka Suka x 1
  9. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Pernah buat tape singkong ? Persis sama tuh cara buatnya. Tertutup
     
    • Suka Suka x 1
  10. Piko

    Piko Moderator Manajemen Kebunpedia

    Postingan:
    611
    Poin Piala:
    105
    Lokasi:
    Bandung
    Rating:
    +434
    LOVING IT...LOVING IT...LOVING IT !!! :jatuhcinta::jatuhcinta::jatuhcinta:

    Saya suka banget sama yang namanya recycling apapun yang biasa dibuang. Apalagi kalau yang berhubungan dengan fermentasi. Bakal saya coba nih.

    Btw ada juga tuh, Pak...pernah lihat di saluran NatGeo. Jadi ada orang AS yang menjadi milyader hanya gara-gara dia punya lahan jagung tapi bingung mikirin harga pupuk yang mahal. Akhirnya dia mulai usaha Sedot Tinja. Gerilya dari satu apartemen ke apartemen lainnya di kota New York. Tinja tersebut ditampung untuk difermentasikan dan hasil fermentasinya dibuat pupuk jagung. Hasilnya justru lebih baik dari pupuk komersial yang pernah dia gunakan.
     
    • Suka Suka x 2
    • Setuju Setuju x 2
  11. Hezty AzZahra

    Hezty AzZahra Kosmopolit

    Postingan:
    1,327
    Poin Piala:
    170
    Lokasi:
    Jombang Jatim
    Rating:
    +942
    Tadi udah coba tapi kok gak ada rasa hangat2nya di luar kardus.
    malah terasa dingin...
    knapa ya mas @Rudy The@Rudy The
     
  12. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Komposting atau buat biang ?
     
  13. Hezty AzZahra

    Hezty AzZahra Kosmopolit

    Postingan:
    1,327
    Poin Piala:
    170
    Lokasi:
    Jombang Jatim
    Rating:
    +942
    buat biang..
     
  14. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Biang sih tdk perlu panas. Tapi ada wangi seperti tape tdk ?
     
  15. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Biasanya sih hangat. Tapi kadang juga tdk/belom. Tapi yang pasti hasilnya seperti ditutupi jamur.
    Apa terlalu basah ? Diperas lembab tapi tdk menetes air
     
    • Suka Suka x 1
  16. Hezty AzZahra

    Hezty AzZahra Kosmopolit

    Postingan:
    1,327
    Poin Piala:
    170
    Lokasi:
    Jombang Jatim
    Rating:
    +942
    ada wangi tape..airnya g menetes kok
    apa tutupnya yg kurang rapat..???
    tunggu sja dech...
     
    • Suka Suka x 1
  17. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Klau ada wangi, berarti ada proses, tapi lambat.
    Mungkin biangnya kurang. Atau makanannya kurang. Biasanya gulanya kurang.
     
    • Suka Suka x 1
  18. Hezty AzZahra

    Hezty AzZahra Kosmopolit

    Postingan:
    1,327
    Poin Piala:
    170
    Lokasi:
    Jombang Jatim
    Rating:
    +942
    Barusan aq cek hangat...kardusnya.
    kmrin coba sama kompos yg udah jd tanpa biang..g ada hangat2nya berati mikrobanya udh g ada...klo d tambah mol tape bisa g???
     
    • Suka Suka x 1
  19. Rudy The

    Rudy The Coach

    Postingan:
    2,809
    Poin Piala:
    1,385
    Lokasi:
    Tangerang
    Rating:
    +2,464
    Sebaiknya jgn dicampur2 dulu dgn yg lain. Klau sdh beberapa kali berhasil sih boleh. Takutnya justru terkontaminasi mikroba lain.
    Klau berhasil harus buat testimoni yah. Biar yg lain bisa ikutan buat juga. Betul tidak @Kmommy@Kmommy
     
    • Setuju Setuju x 2
  20. Lukmansundharu

    Lukmansundharu Aklimat

    Postingan:
    64
    Poin Piala:
    8
    Lokasi:
    Surabaya
    Rating:
    +8
    @Rudy The@Rudy The , apa harus ditaruh di kardus yaa? untuk pembuatan biangnya. saya coba tp taruhnya di timba trus saya tutup dengan karung goni. sampai hari ini belum keluar jamurnya tapi bau nya wangi. waktu saya coba peras, sedikit berair sih hehehe.... apa terlalu banyak ya cairan fermentasinya? mohon info nya pak bun
     
    • Suka Suka x 1
Konsep telah disimpan Konsep telah dihapus

Bagikan halaman ini

Memuat...