1. Ayo beli Kaos Kebunpedia di sini. Bisa dipake mejeng di acara2 pameran tanaman, gath, atau untuk dijadiin profile pic di KP. Yang paling penting, biar kamu kekinian dan punya pengenal identitas sebagai kebuner untuk dunia luar, wkwkwkwk.

    http://www.kebunpedia.com/threads/ready-stock-official-t-shirt-kebunpedia.7034/#post-80036



    Abaikan Pemberitahuan
  2. PRODUK PERDANA KP - POT Tricho itu pupuk berinokulasi Trichoderma. Juga mengandung Bokashi, Kascing, Ehpsom Salt, Vitamins, dll (dll ini rahasia) :D
    Mari bawa pengalaman menanam anda ke level yang lebih tinggi ;)

    http://www.kebunpedia.com/threads/pupuk-booster-pot-tricho.8368/


    Abaikan Pemberitahuan
  3. Halo, Selamat Datang!

    Kami adalah komunitas online tanaman Go Green Indonesia yang suka berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan berdiskusi apa saja tentang tanaman (tanaman hias, tanaman buah, sayuran, dll).

    Berbagai konsep berkebun yaitu bercocok tanam dengan tanah, tanpa tanah (hidroponik), aquascape, tanaman karnivora, bonsai, pertanian/agribisnis, juga dibahas disini.

    Kebunpedia terbuka untuk siapa saja, semua kalangan, dan sangat mengharapkan Anda bergabung bersama kami. Ayo daftar sekarang untuk mendapatkan akun Kebunpedia gratis (proses singkat kurang dari 10 detik).

    Abaikan Pemberitahuan

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sendiri

Diskusi dalam 'Forum Pertanian & Agribisnis' dimulai oleh sigit, Apr 15, 2015.

  1. calvin

    calvin Administrator Manajemen Kebunpedia

    Postingan:
    2,386
    Poin Piala:
    340
    Lokasi:
    Makassar, Sulawesi Selatan
    Rating:
    +1,618
    Pupuk Organic Cair merupakan larutan dari bahan-bahan sisa organic yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia. Sehingga jenis pupuk ini aman dan memiliki kandungan unsur hara lebih dari satu jenis. Salah satu kelebihan dari pupuk organic ini dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara dibandingkan pupuk cair anorganik lainnya.

    Umumnya pupuk organik tidak akan merusak tanah dan tanaman meski digunakan sesering mungkin. Karena, pupuk ini memiliki bahan pengikat yang kuat, sehingga larutan pupuk yang ada pada permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman.  Berbagai masalah lingkungan yang mengganggu proses pertumbuhan tanaman pun dapat minimalisir dengan menggunakan pupuk organic cair.

    Berikut kategori kandungan yang ada pada Pupuk Organic Cair :

    Pupuk organic cair mengandung giberlin, dapat merangsang pertumbuhan tunas baru secara cepat, sel-sel rusak dalam tumbuhan bisa diperbaiki secara cepat karena bisa merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tumbuhan. Lalu pupuk organic cair ini dapat merangsang zat klorofil pada daun, merangsang pertumbuhan pada kuncup bunga, dan memperkuat daya tahan pada tanaman.

    Kandungan alkohol yang ada pada pupuk organic cair memiliki sterilisasi pada tumbuhan yang dapat mengurangi bahkan menghentikan pertumbuhan yang mengganggu pada tumbuhan.

    [​IMG]

    Cara menggunakan Pupuk Organik Cair :

    Menggunakan pupuk organic cair pada tumbuhan bisa dilakukan seperti cara di bawah ini :

    Untuk 1-1,4 liter air dapat menggunakan 10 cc pupuk organic cair yang disemprotkan pada mulut daun dan batang. Lakukan penyemprotan setiap pagi hari sebelum jam 10.00 pagi atau setelah pukul 16.00 sore. Bisa juga digunakan dengan sistem infus.

    Mendapatkan bahan untuk membuat Pupuk Organic Cair :

    Membuat pupuk organic cair sangat mudah dan tentu dengan biaya yang murah. Cukup memanfaatkan biaya pembuatan pupuk yang murah memiliki keunggulan lebih untuk menyuburkan tanaman yang biasanya digunakan para petani.

    Bahan-bahan baku yang digunakan untuk membuat pupuk organic cair bisa didapatkan di berbagai rumah pemotongan hewan, perkebunan, limbah-limbah industri tahu dan tempe. Pupuk organic cair dapat dibuat dari air cucian beras atau air cucian ikan. Batang pisang, rebung bamboo, kotoran sapi, kerbau, kambing dan lain-lain. Kemudian bahan seperti Dedak, gula pasir atau gula merah, buah-buahan yang telah busuk, Air Kelapa, Mikroba Pengurai,  bahkan Air Kencing / Urin Sapi , kambing , domba dan sebagainya.

     Berikut cara membuat Pupuk Organic Cair :

    Dengan memanfaatkan limbah-limbah di sekitar dapat dijadikan pupuk organic cair. Alat yang digunakan pembuatan pupuk organic cair harus menggunakan bahan dari plastik. Karena plastik memiliki bahan yang mudah terfrementasi.

    Cara membuat pupuk organik cair :

    Siapkan bahan 1 karung kotoran ayam, ½ karung dedak, 30 Kg (Jerami, Gedebong Pisang, Daund Leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivatior (EM4) dan air bersih secukupnya.

    Setelah hal di atas disiapkan, gunakan tong plastik ukuran 100 liter untuk wadah pembuatan pupuk. 1 meter selang transparan dengan diameter 0,5 cm, 1 liter botol plastik bekas dan kemudian lubangi tutup tong seukuran selang transparan.

    [​IMG]

    Potong bahan-bahan organic yang akan dijadikan bahan baku dan masukan ke dalam tong dan tambahkan air. Dengan komposisi 2 bagian bahan organic, 1 bagian air dan aduk hingga merata.

    Larutkan bahan bioaktivator (EM4) dengan gula merah dan tambahkan 5 liter air kemudian aduk hingga merata. Tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang sudah berisi bahan baku pupuk organic dan tutup rapat-rapat tong tersebut. Kemudian masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang dan rekat jangan beri celah udara yang masuk maupun keluar. Ujung selang lain berada dalam botol yang telah diberikan air. Fungsi dari selang adalah untuk menstabilkan suhu adonan pupuk dalam tong yang membuang gas.

    Diamkan selama 7 sampai 10 hari. Cek kematangan pupuk organic cair yang berada di dalam tong, jika baunya seperti wangi tape maka adonan pupuk organic cair sudah matang. Lanjutkan dengan pemisahan antara cairan dengan ampas menggunakan saringan kain. Andonan ampas bisa digunakan untuk pupuk organic padat.

    Lanjutkan dengan masukan cairan yang telah melalui saringan pada botol plastik kemudian tutup rapat. Dan Pupuk organik cair telah siap digunakan dan pupuk ini bisa digunakan sampai 6 bulan jika dikemas secara baik.

    Dua perbedaan antara Aerob dan Anaerob :

    Aerob membutuhkan udara sedangkan Anaerob tidak membutuhkan udara. Biasanya untuk pupuk organic cair secara Aerob dibuat secara terbuka dan ada penambahan udara dengan menggunakan aerator.

    Sementara Anaerob dilakukan secara menutup tempat fermentasi secara rapat-rapat agar tidak ada udara yang masuk ke dalam proses fermentasi.

     Membuat Pupuk Organic Cair dengan cara Aerob :

    Bahan dan alat yang digunakan :

    Siapkan ember atau wadah untuk kapasitas 50 liter, aerator untuk aquarium dan selangnya. Kemudian pupuk kompos atau pupuk organic padat sebanyak 5 kg. Gula merah sebanyak 2,5 Kg. Lalu siapkan mikroorganisme pengurai yang mengandung jamur dan bakteri sebanyak 1 liter.

    [​IMG]

    Berikut cara membuatnya :

    Isikan air ke dalam wadah atau ember sebanyak setengah dari kapasitasnya. Masukan gula merah dan aduk hingga merata, dilanjutkan mikroorganisme pengurai dan aduk kembali secara merata. Kemudian masukkan pupuk organic padat sebanyak 5 kg ke dalam ember, tambahkan air hingga penuh dan aduk kembali.

    Selang aerator celupkan hingga dasar wadah dengan dibebani dengan batu. Biarkan wadah terbuka dan biarkan minimal 1 minggu dan pupuk siap digunakan .

    Cara menggunakan :

    Gunakan saringan halus (kain) untuk menyarik pupuk cair yang telah didiamkan selama 1 minggu. Cairan tersebut digunakan untuk menyemprot tanaman dengan perbandingan pengenceran kisaran 1 : 5 hingga 1 : 10. Dalam artian, setiap 1 liter pupuk organic cair bisa diencerkan dengan 5 liter sampai 10 liter air.

    Sebaliknya untuk cara membuat pupuk organic cair dengan cara Anaerob hanya menutup rapat-rapat wadah selama proses pembuatan pupuk organic cair.
     
    • Suka Suka x 1
    • Baik Baik x 1
    Diubah terakhir kali oleh moderator: Mei 16, 2016
  2. Eva Five

    Eva Five Anakan

    Postingan:
    1
    Poin Piala:
    1
    Rating:
    +0
    Ijin Copas ya..
    Terima Kasih untuk informasinya
    sangat bermanfaat
    salam organik
     
  3. Prasetyo

    Prasetyo Anakan

    Postingan:
    4
    Poin Piala:
    1
    Rating:
    +1
    Kerennnn nihhh...big thanks, pakbun Calvin. :jempol::happy:
     
  4. Pandu

    Pandu Anakan

    Postingan:
    18
    Poin Piala:
    1
    Rating:
    +2
    Artikel yang lagi saya cari ni.
    Ada beberapa pertanyaan, mohon penjelasannya Pakbun.
    1. Untuk pengaplikasian nya bagaimana Pak? 2. Jika harus ditambah air, Berapa perbandingan POC:Air?
    3. Apakah POC yang sudah jadi bisa langsung diaplikasikan ke tanaman tanpa harus dicampur dengan air?
    4. Apakah boleh dicampur dengan sedikit pupuk kimia (contoh NPK) kedalam larutan POC pada saat dibuat? Jika ya, berapa banyak jumlahnya?
    5, jika tdk dilakulan penyaringan, tapi hanya diambil bagian yg cairnya saja, kemudian sisa pupuk yg padat dalam tong tsb ditambahkan air lagi jika mau digunakan, apalah bisa seperti itu?
    Mohon penjelasannya, maaf pertanyaan nya banyak, maklum newbe.

    Terimakasih.
     
  5. abdul majid

    abdul majid Embrioner

    Postingan:
    431
    Poin Piala:
    83
    Lokasi:
    tegal
    Rating:
    +129
    sedikit bantu ya pak bun, sambil nunggu para master nongol.
    1. utk aplikasinya sih satau aku 7-10 hari sekali,. 1 POC dengan 15 air
    3. pengalamn pribadi sih kalau diaplikasikan tanpa mencampur air itu tanamn jadi layu dan daun menguning kalau tanpa air, tapi yang saya pakai POC dengan bahan yang berbeda. Walau dalam beberapa hari kembali normal.
    4. kurang paham klo yg ini,. Cuma sebagian teman di rumah ada yang membuatnya dengan campuran bahan kimia berupa NPK.
    5. yg ini juga gak paham

    mungkin bisa ikut bantu @Rudy The@Rudy The @crystal@crystal @Kmommy@Kmommy @Y@NTI@Y@NTI @Budiono@Budiono @Ebenks@Ebenks @Harry@Harry
     
    • Suka Suka x 2
  6. crystal

    MOTM

    crystal Embrioner

    Postingan:
    469
    Poin Piala:
    78
    Lokasi:
    medan
    Rating:
    +342
    bantu di jawab ya pakbun @Pandu@Pandu
    1. untuk pengaplikasian 1minggu sekali, lebih cocok untuk sistem konvensional (guyur) , sepertinya kurang cocok untuk sistem hidroponik apalagi yg sistem air statis (airnya bisa busuk dan berulat). POC yang sudah matang/jadi ditandai dengan bau khas seperti bau tape ubi. Jika baunya busuk berarti POC nya tidak jadi.
    2. perbandingan 1POC:10air diawal awal penerapan (contoh: 1liter poc plus 10liter air). tahap Berikutnya dapat di tambah takarannya menjadi 1POC:5air
    3. POC "HARUS" dicampur dengan air dalam penggunaannya (takaran yg terlalu banyak saja dapat menyebabkan tanaman syok dan mati karena POC itu bersifat sangat asam)
    4. jika memang benar benar mau yang organik, POC nya tidak perlu di tambah NPK. kurang tau juga, Apakah bakteri yang menguntungkan dalam POC tersebut bisa terpengaruh dengan pupuk NPK yang dicampurkan?
    5. sisa padatan poc dapat diproses kembali dengan penambahan gula, em4, air dan ditambah dengan sampak organik baru kedalamnya
     
    • Suka Suka x 1
  7. Pandu

    Pandu Anakan

    Postingan:
    18
    Poin Piala:
    1
    Rating:
    +2
    Terimakasih Pakbun @abdul majid@abdul majid dan Pakbun @crystal@crystal atas penjelasannya. Sepertinya status saya pas ketika saya nemu forum kebunpedia..."tersesat di jalan yang benar".

    Salam
     
    • Suka Suka x 1
Konsep telah disimpan Konsep telah dihapus

Bagikan halaman ini