1. PRODUK PERDANA KP - POT Tricho itu pupuk berinokulasi Trichoderma. Juga mengandung Bokashi, Kascing, Ehpsom Salt, Vitamins, dll (dll ini rahasia) :D
    Mari bawa pengalaman menanam anda ke level yang lebih tinggi ;)

    http://www.kebunpedia.com/threads/pupuk-booster-pot-tricho.8368/

    Kumpulan foto testimonies bisa dilihat di sini yah (akan terus di-update):

    http://www.kebunpedia.com/media/users/guradisu.66/



    Abaikan Pemberitahuan

Cara Menanam Kopi Dalam Pot

Diskusi dalam 'Forum Pertanian & Agribisnis' dimulai oleh azis, Feb 14, 2017.

  1. azis

    azis Aklimat

    Postingan:
    6
    Poin Piala:
    11
    Lokasi:
    Makassar
    Rating:
    +7
    Cara menanam kopi dalam pot,
    Anda pasti pernah mendengar TaBuLamPot (Tanaman Buah daLam Pot), hal ini sudah tak aneh lagi karena biasa terlihat dihalaman rumah ataupun dipekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman buah-buahan dalam pot seperti jambu biji, jambu citra, mangga, rambutan, jeruk, sawo, belimbing, srikaya, kedondong, anggur, nangka dan lain sebagainya. Tujuan penanaman buah dalam pot sangat beragam, ada yang hanya sekedar untuk hiasan, untuk pemanfaatan lahan yang luasnya terbatas, untuk memperoleh hasilnya, untuk kesejukan udara disekitar rumah, untuk menyalurkan hobby bercocok tanam, untuk usaha sampingan (bisnis) bahkan ada juga yang sudah menjadikannya sebagai matapencaharian pokok, namun ada juga segelintir orang hanya memposisikan tabulampot sebagai tanaman keindahan (estetika).

    Begitupula dengan tanaman yang tergolong ke dalam tanaman pangan, seperti jagung, kedelai dan padi, khususnya padi lahan keringpun sudah banyak di tanam di dalam pot dengan tujuan untuk penelitian, untuk mengembangkan hobby bercocok tanam sekaligus sekedar memenuhi kebutuhan rumah tangga. Apapun itu tujuannya, pemandangan serupa sudah sangat memasyarakat, khususnya dikalangan masyarakat perkotaan dan perumahan-perumahan elit, namun pernahkan terpikir dan terbayangkan jika tanaman perkebunan yang usianya tergolong tanaman tahunan ini dibudidayakan di dalam pot?

    Tanaman Kopi Dalam Pot (TaKolamPot)

    Permasalahan yang sedang terjadi saat ini khususnya di perkotaan adalah keterbatasan lahan, tanah-tanah sudah banyak yang tertutup oleh semen dan beton, paving blok, aspal, dan lain sebagainya. Lahan-lahan subur telah ditumbuhi oleh beton yang menjulang tinggi, membatasi kesempatan untuk bercocok tanam. Pekarangan rumah juga sudah dipenuhi dengan tembok dan semen, areal kosong yang dapat dimanfaatkan untuk bertanam sangat sempit, hal ini memicu untuk melakukan penanaman tanaman dalam pot dan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman yang bisa memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga seperti tanaman kopi.

    Alasan melakukan penanaman kopi dalam pot cukup sederhana, antara lain; 1). Dapat memahami lebih jauh perilaku kopi, 2). Dapat mengetahui asal usul bahan baku kopi yang diminum, mulai dari bibit sampai kepada minuman kopi siap saji di gelas. Jadi takolampot sama sekali belum berorientasi bisnis, namun lebih cenderung kepada menggali ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi serta sekedar pemenuhan konsumsi rumah tangga.

    Pada hakekatnya untuk memperoleh hasil yang baik, budidaya tanaman kopi di dalam pot taubahnya seperti budidaya kopi di lahan biasa, selayaknya tetap memperhatikan persyaratan tumbuh tanaman, mulai dari ketinggian tempat, temperatur, curah hujan, kelembaban, drainase, tekstur tanah, kandungan bahan organik, keasaman tanah (pH) dan persyaratan tumbuh lainnya. Secara umum semua persyaratan ini belum tentu dapat dipenuhi jika pertanaman dilakukan dalam pot, namun beberapa komponen dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi tempat peletakan pot.
     
    Diubah terakhir kali: Feb 14, 2017
  2. azis

    azis Aklimat

    Postingan:
    6
    Poin Piala:
    11
    Lokasi:
    Makassar
    Rating:
    +7
    Keuntungan penanaman dalam pot :

    • Lebih mudah dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman baik dari serangan hama - penyakit - gulma, kekurangan unsur hara dan kekurangan air;
    • Secara umum air dan pupuk dapat diserap sampai dengan 80 persen;
    • Tanaman bisa diletakkan dimana saja, bisa dipindah-pindahkan tempatnya kapan saja, dan tidak memerlukan lahan khusus;
    • Komposisi media tanam dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman dan tujuan yang diinginkan penanam;
    • Nutrisi yang diberikan dapat langsung diserap oleh akar tanaman tanpa terjadi rembesan dan kompetisi;
    • Dapat dibudidayakan kapan saja, tanpa mengenal musim;
    • Dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan dan tanaman hias di pekarangan sehingga diperoleh unsur kelestarian lingkungan, keindahan dan unsur estetika;
    • Bisa dipadukan dengan tanaman hias di halaman atau di pekarangan rumah.
    Kerugian penanaman dalam pot:

    • Pot mempunyai daya tahan terbatas ( maksimal 3-5 tahun),
    • Kurang cocok untuk usaha skala besar,
    • Produktivitas tidak maskimal dibandingkan pada lahan,
    • Media tanam akan terkuras atau berkurang unsur organik dan media lainnya.
    Memperhatikan keuntungan dan kerugiannya, ternyata takolampot masih layak dilakukan, minimal untuk pemenuhan kebutuhan skala rumah tangga. Selain untuk pemenuhan konsumsi rumah tangga, TakolamPot juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber Ilmu pengetahuan, pengembangan bakat dan hobby, pemanfaatan lahan yang sempit (keterbatasan lahan), meningkatkan nilai tambah produk dan penghilang stres.

    TakolamPot Sumber Ilmu Pengetahuan

    Boleh dibilang, membuat dan merawat takolampot tidak sulit dan tidak mudah, yang terpenting ada kemauan dan bahan pendukung tersedia. Menanam membutuhkan komitmen, apalagi menanam di dalam pot. Komitmen harus dijalin dengan diri sendiri dan komitmenpun dijalin antara diri sendiri dengan tanaman yang akan ditanam. Tanaman butuh perhatian sebagaimana layaknya manusia, butuh kasih sayang dan cinta dalam merawatnya, memang tanaman tak bisa bicara akan tetapi tanaman punya rasa, maka dari itu komitmen kita terhadap tanaman, diberikan dengan cara memperlakukannya sebagaimana merawat diri sendiri.

    Salah satu ilmu pengetahuan yang didapat dari takolampot adalah komitmen media tanam. Untuk hidup dan tumbuh dengan baik diperlukan media tanam yang subur, media ini merupakan tanah gembur, dipahami bahwa tanah gembur tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama oleh karena itu tanaman harus selalu disiram pada pagi dan sore hari, agar kebutuhan akan air dapat terpenuhi. Terkecuali jika sedang musim penghujan, tanaman tak perlu disiram, bahkan jika curah hujan terlalu tinggi atau terlalu rendah dan kelembaban dilingkungan pertanaman disinyalir kurang mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik, maka bisa dibuat rekayasa iklim mikro.

    Selain komitmen, diperlukan pula kesabaran karena dalam bercocok tanam dibutuhkan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk memperoleh hasil dari kopi yang ditanam. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun harus dilalui dengan penuh kesabaran dan kadang kala tak disadari muncul pula berbagai macam masalah di depan mata yang harus segera dipikirkan penanganannya. Fenomena ini membuktikan bahwa bercocok tanam di dalam pot tidak cukup dengan tanam lalu diam menunggu hasil atau dibiarkan tumbuh begitu saja dan berkembang dengan sendirinya, akan tetapi berbagai persoalan seperti hama penyakit, kekurangan salah satu unsur hara atau cuaca yang tidak menentu, harus dihadapi. Melalui kesabaran dan pengamatan yang dilakukan setiap hari, kondisi iklim mikro sesuai kebutuhan tanaman dapat direkayasa dengan berbagai teknologi sederhana dan pemanfaatan prasarana yang tersedia disekeliling pertanaman. Lagi-lagi kesabaran akan menghadirkan ilmu pengetahuan yang tak ternilai dan tak bisa didapat tanpa ketekunan dan pengalaman sehari-hari.

    Ilmu pengetahuan yang ketiga adalah proses, proses lebih penting dari pada hasil. Mengapa demikian....? Percayalah... proses yang baik dan tepat biasanya akan memberikan hasil yang baik pula. Nah..., proses yang baik ada kalanya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Proses menanam adalah proses belajar dan belajar akan mendapatkan ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman. Jika lebih mempercayai hasil dari pada proses maka tidak usah repot-repot menanam dan membuang-buang waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menunggu hasil, akan tetapi cukup beli saja buah atau produk jenis apa saja yang diinginkan di pasar tradisional, swalayan atau supermarket. Produk yang diinginkan bisa dibeli kapan saja, berapa banyak dan tidak buang buang waktu, tapi tidak mendapat ilmu pengetahuan, mau pilih mana....? Andalah yang berhak menentukan...

    Memang sejak lahir, orang tua selalu berkata, “cepat besar ya...”, “cepat bisa jalan ya...”, “cepat bisa ngomong ya...”, “cepat sekolah...”, “cepat lulus...”, “cepat dapat kerja...”, “cepat kawin....”, “cepat punya rumah...”, “cepat punya mobil....” dan lain sebagainya, hanya cepat mati yang tidak pernah didoakan oleh orang tua kita......demikian halnya dengan memelihara dan merawat tanaman, tak ada yang mendoakan cepat mati tanamannya...., pasti menginginkan “cepat besar”, “cepat berbuah”, “cepat panen”......walaupun sebenarnya sudah tau kapan waktunya akan muncul bunga dan buah.....dan proses ini menjadi bahan pengamatan setiap minggu bahkan setiap hari sehingga perkembangan yang terjadi setiap saat dapat dipantau. Ilmu pengetahuan ini yang tidak didapatkan jika bertanam di lahan kebun yang luas dan jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal.

    Ilmu pengetahuan selanjutnya akan diperoleh pada saat takolampot sudah menghasilkan, mulailah mengenal penanganan panen dan pasca panen, pastikan buah yang dipanen benar-benar berwarna merah, dan lakukan pemetikan secara satu per satu agar buah terseleksi dengan baik, jangan melakukan panen rampasan.

    toklapot.png
     
  3. azis

    azis Aklimat

    Postingan:
    6
    Poin Piala:
    11
    Lokasi:
    Makassar
    Rating:
    +7
    Takolampot Pengembangan Hobby

    Bagi yang punya hobby bercocok tanam atau mencintai bidang pertanian, khususnya tanaman-tanaman perkebunan tetapi tidak memiliki lahan yang cukup luas, atau tidak memiliki waktu yang banyak untuk mengembangkan hobbynya dilahan yang luas, maka tidak perlu khawatir, takolampot menjadi solusi penyaluran hobby dan bisa dicoba untuk tanaman perkebunan lainnya, seperti kakao dan teh..


    Bercocok tanam kopi dalam pot dapat dilakukan pada lahan sempit bahkan pada rumah yang tidak memiliki pekarangan sekalipun, karena dapat juga dilakukan di atas loteng atau di atas atap yang terbuat dari dak beton. Berbagai eksperimen dapat dilakukan dalam mengasah dan mengembangkan hobby bercocok tanam, mulai dari rekayasa pola tanam, rekayasa komposisi pupuk, rekayasa teknologi persilangan, pembungaan dan pembuahan serta rekayasa pengolahan hasil sampai kepada rekayasa penyajian. Semuanya tergantung pada hobby dan rasa keingintauan yang tinggi.

    Para hobiis dapat pula memadukan budidaya takolampot dengan budidaya tanaman lain seperti tanaman kakao dalam pot, tanaman teh dalam pot, dan juga dapat dipadukan dengan tanaman hias lainnya yang pada saat musim berbunga akan menambah keindahan pekarangan sehingga takolampot ini dapat dikatakan masih termasuk gabungan antara nilai estetika dan teknologi pertanian. Demikian pula pada saat takolampot sedang berbuah, perpaduan hijaunya daun dan buah yang berwarna merah dapat memunculkan unsur estetika atau keindahan tersendiri di pekarangan rumah.

    Takolampot Atasi Keterbatasan lahan

    Sejak tahun 1970-an, berkembang metode menanam buah dalam lingkungan yang terbatas atau menanam buah dalam pot (tabulampot). Metode ini terus berkembang, baik dari sisi teknologi maupun jumlah jenis tanaman buah yang bisa dijadikan tabulampot. Berkaca dari umur tanaman buah yang juga termasuk tahunan, maka sangat tidak menyimpang jika bertanam dalam pot diterapkan pada komoditas perkebunan seperti tanaman kopi, kakao dan teh. Namun saat ini belum ada penyedia bibit kopi khusus takolampot, harapan kedepan pehobi tabulampot mencoba melirik takolampot baik untuk alasan fungsional maupun alasan estetika. Sehingga takolampot merupakan solusi bertanam kopi bagi pemilik lahan sempit, disamping juga mengandung kolaborasi antara teknologi dan nilai estetika. Berharap takolampot dapat menjadi inspirasi bagi para pehobi bertanam karena sebenarnya perawatan yang dilakukan terhadap takolampot tak jauh beda ketika bibit kopi itu ditanam di lahan biasa atau di lahan perkebunan. Hasilnyapun mudah didapat dan diolah sendiri untuk dinikmati sendiri.

    Keterbatasan lahan bukanlah suatu alasan untuk tetap dapat memacu hobby bercocok tanam. Walau ruang yang tersedia pas pasan, lewat suatu kebetulan dan merupakan alternatif baru dalam menjawab kelangkaan lahan, pilihan tempat untuk menanam bukan lagi terbatas di lahan terbuka, pekarangan atau kebun namun sudah merambah pada media pot. Metode budidaya tanaman kopi dalam pot (takolampot) dapat dikatakan salah satu teknik budidaya yang sengaja dibuat untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan. Morfologi tanaman kopi biasanya tinggi, namun seberapa besar ukuran tingginya sangat tergantung dari varietasnya seperti “Sigararutang” lebih pendek dari “Lini S”. Pada umumnya tanaman tahunan seperti kopi mempunyai perakaran yang dalam dan jangkauan akar serabut cukup menyebar sehingga tanaman ini membutuhkan ruang tumbuh yang cukup luas. Hal ini tentunya menyulitkan bagi penduduk yang mempunyai lahan yang sangat terbatas, solusinya adalah menanam dalam pot dengan ukuran sesuai jangkauan tajuk kopi, karena merupakan gambaran sebaran terluas akar lateral tanaman kopi.

    Bahan Renungan

    Budidaya tanaman kopi dalam pot (Takolampot) membawa beberapa manfaat dan menggiring pelaku untuk menggali ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan teknologi pertanian dan estetika lingkunga, mulai dari rekayasa teknologi budidaya, pengaturan pola tanam, rekayasa iklim mikro, penanganan pasca panen, dan yang terpenting takolampot telah hadir menjadi salah satu solusi bertanam pada lahan sempit dan juga sebagai pengembangan hobby bercocok tanam bagi yang memiliki keterbatasan lahan.


    Sumber : Disbun Jabar

    takolampot_siap_panen.png
     
  4. Guradisu

    Guradisu Administrator Manajemen Kebunpedia

    Postingan:
    5,689
    Poin Piala:
    1,585
    Lokasi:
    Somewhere inside your heart
    Rating:
    +4,836
    Hadeuh. Ini thread yang sangat bagus. Tapi copy paste doank bukan yah? :p

    Saya pindahkan ke forum pertanian dan agribisnis yah. Dan saya edit judul threadnya.

    Saran nih pakbun:
    Kalau mau bikin thread untuk berbagi, jangan dibuat di forum kenalan. Para kebuners KP malas masuk ke thread kenalan (kayak lupa bagaimana awalnya jadi kebuner baru sepertinya) :D
    Jadi sangat sedikit yang akan membuka thread kenalan :(
    Trus, judul threadnya itu dibikin cocok dengan isi threadnya.
    Masak sebelum ini judul threadnya "azis" lalu isi pembahasannya adalah menanam kopi dalam pot? :)

    Harapan saya, thread ini tidak ditinggalkan apalagi setelah masuk banyak komen di sini.
    Terima kasih.
     
  5. Kingofdirt

    Kingofdirt Endemis

    Postingan:
    71
    Poin Piala:
    28
    Rating:
    +27
    pas banget, kemaren saya abis jalan2 ke kebun kopi... dan sudah hampir setahun ini saya mengamati kopi... sempet kepikiran juga buat jadiin kopi buat tabulampot/hidroponik...

    dan saya dengar dari petani kopi, bahwa akar tanaman kopi yang berdekatan akan tersambung, karena itulah jika kopi ditanam di dekat atau bekas tanaman lain, maka aroma dari tanaman itu akan tercium di kopi yang dihasilkan dari seluruh pohon kopi yang ada disitu... apakah ini benar? saya belum pernah bongkar kopi sampai ke akar-akarnya... di google juga ga nemu... :roflmao:
     
Konsep telah disimpan Konsep telah dihapus

Bagikan halaman ini